Kamis, 15 September 2016

Tugas Artikel

Pokemon Go dan Kapitalisme Digital
Oleh Agus Sudibyo
Pokemon go menggoyang dunia. Hanya dalam waktu seminggu, aplikasi game digital ini telah diakses lebih dari 1 juta orang. Indonesia tak luput dari heboh Pokeon Go.
Obyek pemasaran
Pokemon go tak pelak menunjukkan bekrjannya apa yang disebut dan schiller sebagai fenomena kapitalisme digital.

Dikuasai pemain global
Pada bulan pertama diluncurkan, pokemon go menghasilkan pendapatan lebih dari 1 juta dolar AS per hari di Amerika Serikat. Berasal dari kota-kota kecil dan menengah di seluruh As, uang itu hampir semuanya masuk kantong korporasi besar di California dan rekamannya di Jepang.
Kedua, bukankah revolusi digital juga berdampak pada tumbuhnya industri kreatif di tingkat lokal? Bukankah Google juga berkonribusi dalam mendorong tumbuhnya rintisan usaha berbasis daring sebagaimana hari-hari ini sedang menjamur di Indonesia?
Di sini kita menemukan ambivilensi revolusi digital. Di satu sisi dia menumbuhkan dan mengembangkan ekonomi kreatif pada tingkat lokal. Namun, di sisi lain, dia bersifat kanibalistik terhadap industri informasi dan hiburan lokal. Industri media cetak, radio, dan buku bertumbangan,sementara industri televisi mengalami kelesuhan. Pada saat yang sama belanja iklan digital trus bertumbuh, tapi sebagian besar dikuasai pemain-pemain global.  Ini bukan hanya kasus di Indonesia, melainkan juga di seluruh Indonesia.
/p>
Pada era selanjutnya, untuk menjawab dinamika yang berkembang di Laut Tiongkok selatan, ASEAN dan Tiongkok mendorong lahirnya Declaration on the Conduct of Parties inthe South China Sea pada tahu 2002.
            Sentralitas dan kesatuan ASEAN merupakan kunci bagi ASEAN untuk menjaga relevansinya. Harus diingat bahwa sentralitas dan kesatuan ASEAN ini bukanlah suatu kebijakan containment terhadap negara lain, apalagi terhadap  kekuatan besar tertentu dikawasan. Sebaliknya, sentralitas dan kesatuan merupakan fondasi yang kokoh yang dapat digunakan negara-negara anggota ASEAN untuk membina kerja sama baik antara negara ASEAN maupun dengan para mitranya.

            Posisi tegas untuk melindungi kepentingan nasional yang telah diambil. Dengan menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional serta menjaga sentralitas dan kesatuan ASEAN, Idonesia berharap bahwa sentralitas dan keamanan Asia Tenggara akan senantiasa terjaga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar